Kamis, 09 Oktober 2014

Semangat dalam keterbatasan

Bismillahirrohmanirrohim...

Sebenarnya ini adalah tulisan dari my really inspiring person, beliau yang telaten menularkan ilmunya selama saya menjadi santrinya..
Dan Masya Allah, saya baru tahu tentang profil beliau setelah beliau sudah tak lagi mengajar kami..
beliau yang saat ini telah lulus s2 teknik kimia akan melanjutkan study ke skotlandia untuk mengejar gelar Doktornya..
Namun bukan hanya itu yang mampu membuatku berdecap kagum terhadapnya, ada hal lain yang membuatku merasa ciut jika mau dibandingkan denganku..
Ternyata beliau mengejar hafalan full 30 juzz sampai akhir tahun..
"became a doctor who can memorize all of qur'an is her big dream.."
Masya Allah... T_T
Terlambat mengenal,, ?? Ya tentu saja..
dan pasti ada perasaan menyesal dalam hati..

 **
Setelah kepoin dan stalking di FB beliau ada tulisan yang sangat pantas dijadikan "cermin" buat saya bahkan anda sekalian..
hehehe
Monggo dibaca..

**
Apapunkondisinya hafalan harus tetap terjaga!. Mungkin kalimat tersebut aalah yangpaling tepat untuk menggambarkan tekad seorang mahasiswa bernama RamadhanuAdjie. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa di Institut Teknologi SepuluhNopember Surabaya ini kini hafalannya telah sampai di juz ke-11. Kuliah jurusanTeknik Elektro dan berada di tingkat akhir namun bisa mencapai sepertiga AlQuran tentunya cukup membuat kita berdecak kagum.

Kita akan lebih tercengang dan malu pada diri sendiri jika membicarakan lebih jauh  sosok Ramadhanu Adjie. Anak kedua dari tigabersaudara ini menderita tumor otak, namun alasan kesehatan tak pernah mampir di benaknya. “Ya mengahafal sebisanya, memang beginilah kondisinya”. Begitulah  jawabnya merendah jika ditanya tentang sakitnya. “Alhamdulillah kalau dibuat menghafal tidak sakit”. Bahkan Adjie pernah cuti kuliah satu tahun karenapenyakitnya ini.

Adjie mulai menghafal Al quran dirumah, bukan dilembaga atau pondok pesantren. Bermula dari mengaji dengan memanggil guru ke rumah semasa SMP. Setelah beberapa waktu sangguru meminta Adjie menghafal juz 1, ternyata Adjie bisa melakukannya sampaisekitar 7 halaman. Kemudian berlanjut terus sampai kemudian Adjie meneruskansetoran hafalannya di Griya Al Quran hingga kini.

Tidak seperti yang lain, Adjie mempunyai kesulitan tersendiri untuk mengahal dan murojaah.Adjie menghafal Quran tiap hari, saat subuh dan petang. Untuk murojaah, Adjie menggunakan sistem mendengar. Setiap hari Adjie mendengar murrotal via MP3 dan menirukannya. Murojaah atau mengulang hafalan tiap hari hanya bisa sekitar dua halaman saja, namun sungguh luar biasa karena hafalannya kuat sekali. Initerbukti ketika Adjie menjadi peserta wisuda terbaik pada Wisuda Griya al quran2013 dengan kategori juz 1-5.

Jalani saja apa adanya, itulah kiatnya. Ditengah keterbatasn dan kesibukan Adjie selalu terlihat santai tanpa beban. Dengan prinsip seadanya dengan hasil luar biasa itu Adjie menjalankan amanah-amanahnya, sebagai mahasiswa dan penghafal AlQuran. Selain itu, prisnsip yang ditanamkan sang Ibu untuk bermanfaat bagiummat juga turut serta membentuk karakternya. Dan kini Adjie mengemban amanahmenjadi Imam Masjid di tiga tempat yang berbeda. Sehingga di tengahketerbatasan kondisi, Adjie tetap berkontribusi.

Sekarang marilah  kita  mulai bertanya pada diri kita , dengan segala kelonggaran yang Allah anugerahkan, apa saja yang sudah kita kontribusikan?!.