Rabu, 12 Agustus 2015

Belajar Husnudzon

Bismillahirrohmanirrohim..

Sebetulnya sudah lama ingin menulis tentang keterlambatan "open mind" yang saya alami..

Masih teringat jelas perkataan dan komentar yang saya ucapkan betapa kecewanya sesaat setelah saya tahu bahwa mentor tahfidz saya adalah seorang ustadz bukan ustadzah..
mungkin bagi orang lain hal ini sangat biasa dan wajar..
tapi bagi saya,, yang ada justru beban..
karena saya memang tidak percaya diri di hadapan lawan jenis..
Subhanallah..😞😔
sayapun mulai berandai-andai "ah,, jika saya dimentorin oleh seorang ustadzah mungkin saya lbh PD nih.." dan mulai menyalahkan keadaan..
Astaghfirullahal 'adzim..
Saya Lupa..
Saya Khilaf..
Saya telah su'udzon dengan sebaik-baik penulis skenario..

" Bisa jadi apa yang kamu benci justru itu lebih baik untukmu dan sebaliknya..?? Bukankah Allah lebih tau yang terbaik untuk kita daripada kita sendiri..?? (Juz 2.13)

Sayangnya,, kita terbiasa berfikir dan memahami setelah semua telah berubah..😳😢

Yapzz..
- Andai Allah tidak memberiku mentor tsb diawal-awal menghafal,, mungkin justru saya tidak bisa seperti saat ini karena dari ustadzku lah saya tau mentode hafalan "one page"

- Andai Allah tidak memberiku mentor ustadz tsb,,mungkin sampai saat ini saya tidak terbiasa dengan perbedaan ayat" yang mutasyabihat..

- Andai Allah tidak memberiku mentor ustadz tsb,, mungkin sampau saat ini saya tidak terbiasa dengan menghafalkan halamannya..

- Andai Allah tidak menghadirkan beliau,, mungkin sampai saat inu saya acuh dengan teman" karena merasa membutuhkan teman akhirnya saya selalu sebar absen pada teman"

-Andai Allah tidak menghadirkan beliau, mungkin saya tidak akan terbiasa dengan test sambung ayat..
karena saat ini setelah saya dimentorin oleh seorang ustadzah hal tsb sudah sangat jarang saya dapatkan..

Ya Allah..
Maafkanlah hamba yang selalu telat untuk mensyukuri nikmatMu..

Jazakallahu Khoiron Ustadz..
without you,, i can't be the same at the time..^_^
semoga Allah memberikan kedudukan terbaik untukmu kelak..
dan semoga Allah memberikan sosok sepertimu untuk menjadi pendamping hidupku meniti JannahNya..
Amin..

Jumat, 17 April 2015

There is no happends without Allah permissions

Bismillahirrohmanirrohim,

" andaikan mentorku adalah seorang akhwat (red.ustadzah), mungkin aku bisa lebih cuek dengan keadaan dan bersedia masuk walaupun hanya aku siswa yang masuk "

" nah ini mentorku ikhwan, mana berani aku ngaji sendiri"

**
Astaghfirullahal 'adzim

Ya,, masih terasa tertampar dengan mengingat apa yang dulu pernah aku sampaikan di depan teman-teman seperjuangan..
Kalimat yang hingga detik ini masih aku perjuangkan pembuktiannya😰😞

Allah mengujiku dengan  mengabulkannya harapanku..
Ya harapanku..
Harapan ketika dulu masih dimentorin oleh mentor ikhwan, aku sangat suka berbicara seolah-olah aku lebih tau apa yang terbaik buatku..
Aku lupa..
dengan ayat yang seharusnya sudah kuhafal (juz 2 hal 13 awal)
" boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik untukmu "
" dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu"
Aku lupa..
Bahwa selalu ada kebaikan yang tersirat dari kejadian yang telah tersurat..

Namun ternyata, ketika keadaan yang seharusnya berbalik bersahabat denganku justru membuktikan betapa rapuhnya aku tanpa mereka..
Saat ini, mentorku adalah seorang akhwat..
Dari kenyataan ini, bukankah seharusnya aku bisa lebih rajin? Bisa lebih istiqomah? Bisa lebih baik dan masih bisa lebih - lebih yang lain yang dulu tidak bisa karena alasan SUNGKAN DIMENTORIN IKHWAN..
Tapi kenapa tidak bisaa...??
Aku masih saja merasa uncomfortable tanpa kehadiran mereka..
Aku masih saja berharap mereka mau datang..
Aku masih saja berharap ada teman yang mau menemaniku..

Aku lupa siapa mereka..
Mereka yang tentunya memiliki target lain, alasan ,bahkan kewajiban lain yang tidak bisa kusamakan dengan diriku..
Lalu apa yang akan aku jawab jika esok Allah menanyakan hal ini padaku?? Aku akan jawab dengan bagaimana..?
Mana janji yang dulu, " aku akan bisa lebih baik jika dimentorin akhawat??

Sampai saat ini pun (sampai saat menulis tulisan ini) diri ini masih galau untuk berangkat, jika tanpa ada salah satu saja yang mau masuk mengaji..
Lalu, darimana bisa jadi lebih baik jika masih terus merasa seperti ini..
Astaghfirullahal 'adzim..😢😭😭

Ampuni hamba ya Allah yang telah khilaf merasa "BISA" ini..
Engkau lebih tau apa yang terbaik buat hamba - hambamu..
Ajarkanlah kepada hamba untuk memahami keputusanMu..
Apapun itu ,bukankah tidak akan terjadi sesuatu kecuali tanpa seizinMu ya Allah..
Amin..

2 rojab 1436 H